DR. Muhammad Arifin Badri : La Kemarin Pada Kemana, Kok Baru Benci HOAK, Setelah Dia Menghina Al Maidah 51?

3589

La Kemarin Pada Kemana, Kok Baru Benci HOAK, Setelah Dia Menghina Al Maidah 51?

Kafir ya kafir, titik, kalau kafir ya pasti benci, titik. Sakali benci ya selamanya benci, karena di hati orang yang beriman tiada tersisa ruang untuk cinta kepada orang kafir, walau dia adalah orang paling dermawan dan santun di dunia.

Andaipun HOAK tidak menghina Al Qur’an maka orang yang beriman pasti membencinya. Segala persamaan yang ada tiada dapat menumbuhkan rasa cinta dalam diri orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. (Al Mujadilah 22)

Namun demikian, apakah anda boleh semena mena kepada mereka, merampas hartanya, menyakiti jasadnya, tanpa alasan yang dibenarkan?

Tentu saja tidak, benci bukan berarti selalu melampiaskannya dalam tindakan, karena benci itu urusan hati, yang belum tentu diekspresikan dalam tindakan.

Nih, kisah nyata bagaimana seharusnya anda bersikap kepada setiap orang kafir.

Orang-orang Yahudi Khaibar hendak menyuap Abdullah bin Rawahah radhiallahu ‘anhu, agar ia mengurangi kewajiban upeti yang harus mereka bayarkan kepada Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam, maka ia menjawab permintaan mereka ini dengan ucapannya:
فقال يا أعداء الله أتطعموني السحت، والله لقد جئتكم من عند أحب الناس إلي ولأنتم أبغض إلي من عدتكم من القردة والخنازير، ولا يحملني بغضي إياكم وحبي إياه على أن لا أعدل عليكم. فقالوا: بهذا قامت السماوات والأرض. رواه أحمد وابن حبان والبيهقي
“Wahai musuh-musuh Allah, apakah kalian hendak memberiku harta yang haram?! Sungguh demi Allah, aku adalah utusan orang yang paling aku cintai (yaitu Rasulullah), sedangkan kalian adalah orang-orang yang lebih aku benci dibanding kera dan babi. Akan tetapi KEBENCIANKU KEPADA KALIAN DAN KECINTAANKU KEPADA RASULULLAH, tidaklah menyebabkan aku bersikap tidak adil/curang kepada kalian.

Mendengar jawaban tegas ini, mereka berkata: Hanya dengan cara inilah langit dan bumi menjadi makmur”. (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al Baihaqy).

Namun, kalau orang kafir sudah lancang, maka tidak ada celah untuk tetap toleran kepadanya, benci batin dan lahir, musuh lahir dan musuh batin.

Kalau anda berkata: jangans alah paham, saya sudah benci sejak HOAK dahulu kala, maka saya katakan: al hamdulillah anda benar-benar orang yang beriman insyaAllah, status ini hanya mengingatkan bukan menuduh siapapun, apalagi anda saudaraku seiman.

Sumber : Fanspage DR. Muhammad Arifin Badri, MA

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY