Saat Mantan Petinggi JI Ingatkan Bahaya Paham Terorisme di Masyarakat

1346

Jakarta – Polres Paser Kalimantan Timur berupaya mencegah penyebaran paham terorisme dan radikalisme. Hari ini, mantan petinggi kelompok JI, Abdurrahman Ayyub diundang untuk berceramah di depan masyarakat.

Acara bertajuk ‘Tabligh Akbar dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme’ itu digelar di Masjid Agung Nurul Falah, Jalan Yos Sudarso, Grogot, Paser, Kaltim, Minggu (23/10/2016). Ustadz Abdurrahman Ayyub merupakan eks petinggi JI yang kini menjadi Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Sekitar 2000 orang hadir dalam acara itu mulai dari Bupati Paser, Dandim 0904 Tanah Grogot, para tokoh agama , masyarakat dan tokoh pemuda serta pelajar se-Kabupaten Paser.

Kapolres Paser AKBP Hendra Setiawan mengatakan acara ini digelar sebagai salah satu penjabaran program Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sehingga, diharapkan pelajar, orang tua serta masyarakat mengerti dan paham akan dampak dan akibat dari paham radikalisme dan terorisme.

“Yang menarik dari kegiatan ini adalah penceramah yang secara terbuka menjelaskan bahwa penceramah adalah mantan teroris dan petinggi JI, dimana ustadz Abdurahman Ayyub menceritakan pengalaman hidupnya dan mengapa bisa terlibat di dalamnya,” kata Hendra dalam keterangannya kepada detikcom.

Hendra menambahkan, para peserta sangat antusias mengikuti acara ini. Sehingga banyak pertanyaan yang diajukan dan dapat dijelaskan dengan baik oleh Ustadz Abdurrahman Ayyub sebagai narasumber.

Saat Mantan Petinggi JI Ingatkan Bahaya Paham Terorisme di MasyarakatFoto: Foto: Dokumen Polres Paser Kaltim

“Pada akhir kegiatan, para peserta sepakat bahwa radikalisme dan terorisme tidak boleh terjadi di wilayah Kabupaten Paser,” urainya.

Dalam ceramahnya, kata Hendra, Abdurrahman Ayyub menceritakan perjalanan hidupnya yang terkena doktrin radikalisme dan terorisme.

“Sehingga selama 5 tahun tidak ingat akan keluarganya, beliau juga menjelaskan bahwa bunuh diri atau merusak fasilitas milik umum adalah bukan merupakan bagian dari jihad,” urainya.

Foto: Dokumen Polres Paser Kaltim

Sumber : DETIK

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY