Bahaya Pokemon Go bagi Diri Sendiri, Kehidupan Sosial, dan Keamanan Negara

1793

Para pemain Pokemon Go Semarang semakin liar. Mereka mencari Pokemon dari kamar, lorong, masjid, terminal, sampai jalan raya.

Game Pokemon Go mengambil data Google di ponsel Anda. Bermain Pokemon Go berarti secara sukarela mengirimkan lokasi kamar pribadi sampai tempat publik ke server Pokemon Go. (Photo : howtogeek)
Game Pokemon Go mengambil data Google di ponsel Anda. Bermain Pokemon Go berarti secara sukarela mengirimkan lokasi kamar pribadi sampai tempat publik ke server Pokemon Go. (Photo : howtogeek)

Sudah banyak artikel merilis “bahaya” Pokemon Go secara sosial. Konsentrasi berkendara bisa terganggu (berakibat fatal : kecelakaan), sikap asosial, pelanggaran memasuki wilayah pribadi, dll. Para jomblo diuntungkan bisa mencari gebetan, sementara penyedia layanan kuota internet tersenyum lebar karena Pokemon Go bersifat adiktif, orang bisa kecanduan permainan ini, dari anak-anak sampai orang dewasa.

GottabeMobile merilis tutorial lengkap cara mengatasi permasalahan terkait Pokemon Go.

Bahaya Pokemon Go dari Sisi Keamanan

Bukan hanya Pokemon Go palsu yang berbahaya bagi pemakai Android. Pemakai iOS dan akun Google juga diintai bahaya akibat Pokemon Go.

Pokémon GO bekerja berdasarkan sensor GPS di ponsel untuk melacak-jejak lokasi Anda sekarang. Permainan ini bergantng pada koneksi internet. Pemakaian baterai, jelas lebih boros. Kamera dan GPS harus selalu aktif. Baterai dan problem server, paling sering dihadapi pemain Pokemon Go.

Yang paling mengkhawatirkan, dari sisi keamanan, jika para pemakai secara tak-sadar menyerahkan akses akun Google mereka, yang dipakai saat mendaftar dan install Pokemon Go.

Pokemon Go mengambil akses-penuh atas akun Google Anda, tanpa bertanyakepada pemakai.

Bermain Pokemon Go berarti mengirimkan data lokasi Anda sekarang, termasuk gambar tempat-tempat di sekitar, ke server PokemonGo. Bahkan content dalam akun Google Anda.

Mungkin Anda tidak menganggap tempat-tempat itu berisi “data berharga”, sekadar klik (dan terkirim otomatis). Pemetaan terjadi, tanpa disadari. Data ini bisa menjadi bumerang jika nanti “dijual” atau dimanfaatkan Amerika.

Sebuah foto berarti warna, lokasi. Apa yang Anda kirim berarti selera, tempat yang paling diburu. Jangan kaget jika Amerika menjadi tahu lorong tergelap paling pribadi dan tempat publik yang paling disukai orang, setelah orang-orang menggila dan liar memainkan Pokemon Go.

Pemakai internet Indonesia sering tidak sadar kalau mereka juga menyerahkan data kepada Facebook untuk kepentingan berbahaya, namun di sisi lain, negara tanpa game online akan kacau.

Sangat disayangkan, semakin banyak orang mencoba. Banyak pula orang tua yang tak peduli dengan apa yang dimainkan anak mereka, sebatas memberikan akses koneksi (dan quote), serta membatasi pemakaian gadget, tanpa tahu apa sebenarnya yang sedang dimainkan anak-anak mereka. Orang tua sebaiknya mengikuti teknologi gadget dan membimbing anaknya dalam permainan.

Jika memberikan “akses penuh” saat mendaftar Pokemon Go, yang terjadi sangat mengerikan, sebagaimana penjelasan Google :

Jika Anda memberikan akses akun penuh, aplikasi dapat melihat dan mengubah hampir semua informasi di Akun Google Anda (namun tidak dapat mengubah sandi, menghapus akun, atau membayar dengan Google Wallet atas nama Anda).

Mengamankan Ponsel dan Akun Google

Anda bisa memeriksa aplikasi apa saja yang terhubung dengan akun Google di sini :
https://security.google.com/settings/u/0/security/permissions?pli=1

Dengan mendaftar (sign-up) untuk bermain Pokemon Go melalui akun Google, para pemakai iOS sebenarnya mengungkapkan identitas mereka ke server Pokemon Go. Data email, percakapan (chat), kalender, dokumen, dll. terungkap sudah. Pemakai sendiri yang mengizinkan akses ini, secara otomatis.

Pokemon Go mengambil izin-penuh (full-access) kepada akun Google saat mendaftar, tanpa bertanya.

Game ini menyediakan alternatif pembuatan akun melalui Pokémon Trainer Club, tetapi server Pokemon sejak hari pertama sering down. Kebanyakan pemakai memilih mendaftar dengan akun Google, karena lebih cepat.

Google tidak seperti iOS, karena Google tidak ada pilihan pengaturan menyunting izin akses. Pokemon Go tidak pernah menyebutkan kalau mereka meminta izin akses-penuh.

Mencegah Pokemon Mengkoleksi Data

Ada cara untuk mencegah Pokemon Go mengkoleksi data akun Google Anda ke server Pokemon Go.

1. Buka Security Settings di Google :
https://security.google.com/settings/security/permissions?utm_source=OGB

2) Pada “Masuk dan Keamanan” klik “Aplikasi dan Situs yang Terhubung

3) Klik “Kelola Aplikasi

4) Pilih nama aplikasi, dalam hal ini : “Pokémon Go Release

5) Klik Remove dan klik OK.

Untuk pemakai berbahasa Inggris, silakan sesuaikan sendiri.
Kalau mau mendaftar-kembali, pakai saja Pokemon Go Trainer Club, jangan Google Account. Sampai saat artikel ini dirilis, Pokemon Go Trainer Club tidak mengambil data Anda.

Cara Hapus Akun Pokemon Go

Bagi pemakai yang terlanjur menginstall Pokemon Go dan ingin mencopotnya, jalankan langkah-langkah berikut ini :

1. Isi formulir penghapusan.
https://support.pokemongo.nianticlabs.com/hc/en-us/requests/new?ticket_form_id=232387

2. Masukkan email, subject (perihal email, tentang apa) isikan: “Delete Account“, info tambahan dan alasan, serta nickname yang sedang dipakai.

3. Aktikan tanda cek di bawahnya.

4. Tekan tombol Submit untuk mengirimkan formulir.

Penghapusan akun bersifat permanen, tidak bisa dikembalikan.

Anda masih bisa berolahraga biasa dan berkenalan secara konvensional dengan orang lain, tanpa harus mengorbankan data lokasi di sekitar Anda.

Keamanan negara sebagian ditentukan dengan apa yang ada di telepon genggam Anda dan cara memakainya.

Sumber : Metrosemarang.com

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY