Mufti Saudi Kecam Film Iran tentang Nabi Muhammad

1137

Mufti Saudi Kecam Film Iran tentang Nabi Muhammad

 

Saudis-Grand-Mufti-Sheikh-Abdul-Aziz-al-SheikhARAB SAUDI, muslimdaily.net  –  Di tengah berkembangnya perdebatan seputar film baru Iran tentang Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam, Mufti Arab Saudi mengecam film tersebut “tidak benar”, dan mengatakan bahwa Islam tidak mengizinkan Nabi sholallahu ‘alaihi wassallam, digambarkan dengan cara seperti ini.

“Ini adalah film Magian dan pekerjaan yang memusuhi Islam,” Syeikh Abdulaziz Al-Asheikh, yang juga ketua Komisi Ulama Senior dan Dewan Ifta, mengatakan kepada surat kabar Al-Hayat, pada hari Rabu (02/09/2015).

Mufti menambahkan bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wassallam memiliki ciri-ciri fisik dan moral yang khusus yang tidak boleh digambarkan dalam film.

“Para pembuat film tersebut tidak mencerminkan realitas,” katanya.

“Film ini adalah pekerjaan cabul yang tidak berdasarkan agama dan benar-benar memfitnah Islam.”

Film yang berjudul “Muhammad” tersebut dirilis di bioskop Kamis lalu.

Mengisahkan bagian pertama dari trilogi kehidupan Nabi, film itu menggambarkan peristiwa sebelum kelahiran hingga masa remaja nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam, sebelum ia menjadi nabi.

Film ini pertama kali ditampilkan kepada publik dalam upacara pembukaan Festival Film Internasional Teheran “Fajr International Film Festival”  Januari lalu, yang bertepatan dengan ulang tahun revolusi Islam 1979.

Film ini tidak akan menunjukkan wajah Nabi karena sinematografer Italia Vittorio Storaro, pemenang Oscar tiga kali, menggunakan berbagai kombinasi terang dan gelap untuk membuat penggambaran agama dalam film tersebut.

Dengan biaya produksi yang sangat besar diperkirakan sebesar $ 40 juta, film ini merupakan hasil kerja keras Majidi selama lebih dari tujuh tahun untuk menghasilkan fitur tentang Nabi dengan anggaran besar yang pernah dibuat.

Al-Asheikh memperingatkan tentang menampilkan atau mengedarkan film, yang ia katakan sama dengan mengolok-olok dan melecehkan Nabi sholallahu ‘alaihi wassallam.

Sejalan dengan mufti Saudi, sekretaris jenderal Liga Dunia Muslim (MWL,) Abdullah Al-Turki, juga mengecam produksi film dan menyerukan penarikan segera dari semua bioskop.

“Tiap personifikasi Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wassallam dalam film atau serial TV benar-benar bertentangan dengan Islam,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Dia menambahkan bahwa menunjukkan Nabi secara pribadi dalam setiap karya seni akan merusak harga dirinya, mendesak pemerintah Iran untuk menghentikan peredaran film segera.

The Azhar Mesir juga mengecam film tersebut dan meminta penarikan segera dari bioskop.

“Aktor yang memainkan peran ini di film lain dapat memainkan penjahat, sehingga pemirsa dapat mengaitkan karakter ini dengan kriminalitas,” Abdel Dayyem Nosair, penasihat kepala Al-Azhar Ahmed al-Tayyeb, mengatakan kepada AFP.

Film Iran ini bukanlah yang pertama yang memicu perdebatan.

Pada September 2012, demonstrasi besar-besaran melanda dunia Muslim atas film buatan AS yang menghina Nabi Muhammad.

Materi penghinaan, yang dipromosikan oleh pastor anti-Qur’an Terry Jones, juga menyebabkan ketegangan antara dunia Muslim dan Barat mengenai kebebasan berekspresi.

Kartun Nabi Muhammad memicu krisis internasional lain pada tahun 2005, ketika sebuah koran Denmark menerbitkan 12 gambar seorang pria yang dikatakan sebagai nabi.

Menghina Nabi dianggap sama dengan menghujat Islam. (baca juga : http://tabayyunnews.com/2015/09/film-syiah-iran-tentang-nabi-muhammad-bikin-murka-ulama-sunni/)

Muslimdaily.Net

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY