Ulama Malaysia Haramkan Rokok Elektrik

1681

Ulama Malaysia Haramkan Rokok Elektrik

 

image

Sumber Foto: merdeka.com

KUALA LUMPUR, muslimdaily.net – Dewan fatwa Malaysia atau Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan telah mengeluarkan fatwa baru yang melarang penggunaan rokok elektronik, atau Vape. Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan menyatakan rokok elektrik haram dihisap karena membahayakan kesehatan.

“Kita telah membahas masalah rokok dan shisha dan kita bisa menyamakannya dengan Vape,” Ketua Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan, Profesor Emeritus Tan Sri Dr Abd Shukor Husin, seperti dikutip oleh Utusan Malaysia pada Selasa 18 Agustus, demikian lansir onislam.net.

“Pertama, (karena) rokok listrik berbahaya, kedua  boros dan ketiga merugikan kesehatan. Jadi ketika efeknya sama, kami   menyatakannya haram. Kami telah memutuskan dan tidak ada masalah (dengan fatwa itu). Bahkan, Kementerian Kesehatan telah memberitahu bahwa mereka sedang menunggu (temuan) dari para ahli tapi kami telah mendahului karena secara fundamental, jika merugikan dan boros, maka kami tidak setuju untuk sesuatu seperti itu. ”

Keputusan majelis fatwa didasarkan pada fatwa sebelumnya yang digunakan untuk mengharamkan shisha, yang juga disebut pipa air atau hookah. Shisha  dinyatakan haram dalam fatwa yang dikeluarkan pada 17 Juli 2013.

Vape atau rokok elektronik atau disebut juga personal vaporizer (PV) atau electronic nicotine delivery system (ENDS) adalah alat penguap bertenaga baterai yang mensimulasikan perasaan merokok, tapi tanpa pembakaran tembakau.

Fatwa itu datang satu minggu setelah Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr S. Subramaniam mengatakan bahwa merokok shisha, atau merokok elektronik atau Vaping harus dihentikan sementara sampai temuan pada risiko diumumkan dalam waktu dua bulan mendatang.

Merokok telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di berbagai negara Muslim. Di Malaysia 21,5 persen dari populasi orang dewasa merupakan perokok, menurut survei tahun 2006  oleh Third National Health and Morbidity Survey.

Ulama Saudi telah mendukung larangan keras pada merokok di kota suci Makkah.  Pada bulan Januari 2009 Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang merokok di tempat umum dan untuk anak-anak serta wanita hamil.

Baca lebih lanjut : Kandungan Rokok Elektrik Lebih Berbahaya dari Rokok Konvensional

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY