CATATAN HIJRAH SAUDARIKU MUSLIMAH (BAG.7 SELESAI)

2419
Saat itu hati sudah bulat ingin mengundurkan diri dari tarbiyah dan semua aktivitasnya… Rytha sudah hampir tidak pernah hadir liqo…. Rytha mengutamakan melakukan aktivitas lain bila ada jadwal liqo. Teman teman di liqo sudah mulai kehilangan Rytha, beberapa dari mereka berusaha menghubungi Rytha. Bahkan murobbi.Ada rasa seperti di kejar kejar bila hari liqo tiba, siap siap untuk menjawab pertanyaan murobbi alasan ketidak hadiran.

Rytha fikir, untuk lari begitu saja dari liqo itu tidak ahsan… berkesan tidak baik dan bukan cara yang dewasa dalam menyelesaikan permasalahan. Dan Rytha tahu mereka akan berusaha dengan segala cara untuk tetap menghubungi Rytha kalau Rytha tidak mengemukakan alasan yang sejujurnya… Terlebih lagi Rytha tidak mau meciptakan alasan yang berbohong untuk menghidari mereka… Mereka tidak mau kehilangan kader kadernya, dan akan selalu berusaha untuk membuat kita kembali… Seperti melibatkan kita lebih dalam dengan kegiatan kegiatan mereka, memberi jabatan dan amanah, yang mungkin akan memberatkan langkah kita dan ini bisa menjadi perang batin bahwa mungkin itu adalah jalan untuk “berdakwah”

Rytha tidak hadir dalam liqo selama beberapa bulan untuk menguatkan hati dan menemukan cara bagaimana menyampaikan maksud pengunduran diri Rytha kepada murobbi….

Akhirnya tiba saatnya Rytha siap untuk mengatakan kepada murobbi. Rytha hadir di tempat liqo menjelang liqo sudah usai.. karena Rytha sudah bertekad tidak ingin terlibat lagi dalam majelis tersebut….dan tidak ingin terlibat dalam pembicaraan pembicaraan kepartaian atau agenda dakwah mereka….

Sewaktu Rytha datang…. Subhanallah mereka benar benar baik sekali… kebetulan murobbi lagi mencoba resep baru.. jadi Rytha benar benar di jamu. Rytha sempat takjub melihat anak anak mereka yang sudah mulai besar…. Hati sempat goyah juga… Tapi di kuatkan lagi… Sebelum hadir Rytha sudah bilang ke murobbi kalau Rytha mau berbicara dengan beliau selepas majelis…

Mungkin ikhwah sekalian panasaran bagaimana pembicaraan kita…

InsyaAllah Rytha share agar ini bisa di jadikan reference untuk mereka yang pernah bernasib sama dengan Rytha..

Beberapa tips untuk mengundurkan diri ..

1. Cari dukungan dan share pengalaman dari yang pernah bernasib sama.
Kebetulan di tempat Rytha bekerja ada seorang ikhwan yang dulunya sangat aktif di tarbiyah.. Alhamdulillah beliau hijrah ke manhaj salaf… Rytha penasaran bagaimana beliau bisa keluar dari tarbiyah… Rytha kirim beliau email.. alhamdulillah istri beliau mereply email Rytha tersebut dan ikutan nimrung untuk berbagi pengalaman beliau… alhamdulillah… Rytha jadi dapat teman baru…. Ini sungguh menguatkan….

2. Temukan pengajian rutin salaf terlebih dahulu… kumpulkan jadwal kajiannya dan cari teman akhwat…

Alhamdulillah dengan perkenalan dengan ukty tersebut.. Rytha jadi tahu jadwal kajian dan punya teman untuk ke kajiannnya…

Sebenarnya ini merupakan strategi nantinya pada saat berbicara dengan murobbi. Kita bisa mengatakan kepada murobbi untuk mengatakan bahwa kita ingin mengikuti kajian di tempat lain…. Seorang muslim yang berhati ikhlas pasti tidak akan menghalangi muslim yang lainnnya yang ingin menuntut ilmu di tempat lain.. walaupun itu berarti dia keluar dari lingkungan jama’ahnya…

3. Mengatakan yang sejujurnya…
Rytha memilih untuk mengatakan apa adanya yang Rytha rasakan….
Sewaktu Rytha sudah berhadap hadapan dengan murobbi… Rytha katakan dengan sejujurnya.. kalau Rytha ingin mengundurkan diri dan ingin mengikuti manhaj salaf….

Murobbi somehow sempat menanyakan tentang calon suami yang Rytha inginkan… Rytha tidak tahu apa maksud beliau . wallahualam.. Tapi hanya sempat terbayangkan kalau harus menikah dengan orang yang tidak sefikrah yang sudah terjerat dalam intrik intrik perpolitikan…..Na’uzubillah…

Selanjutnya pembicaraan di arahkan kembali ke topiknya….Rytha jelaskan kepada beliau bahwa Rytha sudah mengenal manhaj ini cukup lama. Rytha lihat dakwah salaf di kota ini cukup berkembang dan banyak majelis majelis ilmu….Rytha sangat rindu akan majelis ilmu yang berisikan kalamullah… perkataan Rasulullah dan para sahabatnya..

Rytha share kebeliau bahwa Rytha seperti merasakan suatu kehilangan yang sangat, kehilangan momen moment untuk lebih mengenal ulama ulama besar abad ini, padahal setiap ustadz ustadz yang pernah belajar ke negeri arab pastilah menjadi murid murid mereka….Telah banyak waktu terlewat untuk mendalami tulisan tulisan dan karya karya mereka…

Alhamdulillah ternyata tidak sesusah yang di bayangkan… murobbi menerimanya…. Beliau berkesimpulan maksud Rytha untuk berlepas dari jama’ah mereka karena dalam suatu pencarian (perjalanan ke rohanian)…

Sempat terjadi dialog dengan beliau tentang pandangan beliau mengenai salafy.. Kesempatan ini Rytha manfaatkan untuk mengklarify beberapa hal yang salah yang di pahami beliau….

Banyak hal yang kita diskusikan… alhamdulillah… bisa melangkah keluar dari rumah beliau dengan rasa lega…. Dengan keyakinan ukhuwah itu masih ada….

Alhamdulillah.. tidak susah….

Banyak kesan kesan yang salah dari para ikhwah di tarbiyah terhadap da’wah salafiyah…

Alhamdulillah setelah lebih mengenal manhaj ini… Rytha benar benar menemukan suatu jalan yang terang… dan tahu harus kemana melangkah…

Dulu sering terombang ambing dalam kebingungan… karena dulu lebih memfokuskan sesuatu dengan timbangan akal dan perasaan… sering sakit hati melihat orang orang yang berkesan keras… Dulu bingung dengan pendapat begitu banyak orang ..bingung memutuskan mana yang benar.. seakan akan semua orang bisa berpendapat.. dan mereka selalu tahu cara untuk meyakinkan untuk men-support pendapatnya…

Sebagai seorang yang sudah mengenal islam sejak lahir, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan para mualaf yang baru menerima islam…

Ada suatu tekat yang keras dalam hati.. Rytha harus memperlajari agama dengan yang sebenar benarnya… dan senantiasa memohon untuk di berikan petunjuk kejalan yang lurus.. sering menangis sendiri karena kekecewaan…. masyaAllah…

Hal ini dikarena semakin banyaknya jalan jalan yang menyimpang dari yang haq… dan yang haq sudah semakin terkaburkan……

Alhamdulillah Allah menjawab semua itu….
Sebenarnya islam itu mudah dan sederhana…. Allah telah membuat agama ini sempurna… Melalui RasulNya semuanya telah di sampaikan… kita hanya tinggal mengikut dan mencontoh… kita tidak di suruh mekreasi sendiri dan merasa rasa apakah hal tersebut baik atau tidak….

Mahaj salaf sering di musuhi karena manhaj ini selalu berusaha memurnikan ajaran agama ini…menjelaskan kesalahan, meluruskannya…. Bukan menyembunyikan dam membiarkannya…. Allah subhana wata’ala mengatakan “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui” (QS Al Baqarah:42)…

Bila membiarkan saja kesalahan kesalahan fatal atas nama persatuan maka sama saja menghalalkan ajakan ajakan ke jalan yang batil,ke jalan neraka…. Bila membiarkan saja pekara pekara yang bisa membuka jalan kepada ke bid’ahan dengan alasan sebagai metoda dalam berdakwah… justru ini akan mengaburkan sunnah yang sebenarnya.. dan mendorong orang untuk jatuh dalam jurang kebid’ahan… dan yang terpenting.. apakah ini metoda para nabi dan rasul….

Bila setelah di beri peringatan yang semakin gentar mengkampanyekan kebatilannya dengan dalil dalil mereka tafsirkan sendiri… maka umat harus di beri peringatan akan semua kejelekkan mereka agar tidak semakin banyak yang terjerumus…. Kalau kita membiarkannya.. ini sama saja membiarkan orang lain … saudara saudara kita yang awam terjerumus ke jurang neraka… astaghfirullah…

Yang Rytha rasakan… memberi nasehat dan peringatan ini adalah kasih sayang yang sesungguhnya. Mengembalikan saudara saudara yang tidak tahu mereka berada di kesesatan untuk kembali ke jalan yang haq.. kejalan yang lurus .. kejalan para sahabat yang Allah terlah ridhoi atas mereka….Karena deen ini adalah nasehat…..

Pengalaman pribadi bukan suatu ukuran kebenaran…
Bagi saudara saudara yang merasa masih merasakan nilai positif berada di “tarbiyah” aka “ikhwani” aka “PKS”… ingatlah bahwa ukuran kebenaran itu adalah dengan kita ber ittiba’ kepada Rasulullah salahu alahi wassalam…. pada praktek para sahabat sahabat beliau.. karena mereka adalah generasi yang terbaik…

Pada saat mereka telah wafat…sekarang ini penting bagi kita untuk mengukur kebenaran itu dengan tidak berlepas dari para ulama, karena mereka adalah pewaris para Nabi. Coba lihat fatwa fatwa ulama rabbani ini …. Mereka telah mengeluarkan fatwa untuk memperingatkan umat dari manhaj dakwah ikhwanul muslimin…..

Apakah fatwa fatwa mereka tidak membuat hati ikhwah fillah tidak nyaman ? Masih tetap berkeras bahwa “hal positif” yang antum rasakan benar benar haq? Ingatlah kapasitas keilmuan kita tidak sampai ke sana untuk melihat dan menela’ah secara ilmiah untuk menemukan yang salah ……

Rytha menghimbau bagi para thollabul ilmy alangkah baiknya bila mulai belajar islam dari sumber yang benar.. dan setiap melakukan suatu hal harus ada set dalam pikiran apakah itu yang di ajarkan oleh Rasulullah sallahu alahi wassalam dan di praktekkan oleh para sahabat.

Segala sesuatu yang baik itu pasti telah di jelaskan dengan terang oleh Allah dan Rasulnya….. Dan semua praktek ibadah yang baik pasti para sahabat akan berlomba lomba mempraktekkannya.. karena mereka dalah generasi yang terbaik….

Berhati hati terhadap ke bid’ahan …. Dan semua firqoh firqoh yang ada… terkadang tidak dalam kapasitas kita untuk berada di sana tanpa tersesat…. Semakin kita duduk dan bermajelis di sana.. semakin kita berada dalam suatu lingkaran yang membuat kebid’ahan itu semakin mendarah daging… tanpa kita sadari itu adalah suatu perkara yang bid’ah… na’uzubillah….

Kalau antum sudah mendapatkan manhaj yang lurus ini…. Inilah jalan yang sangat berharga dan mahal… alangkah tinggi dan mulianya ilmu yang haq tersebut. Jangan biarkan diri antum terus berada dalam kubangan Lumpur bila antum sudah menemukan suatu kolam yang jernih…. Jalan jalan para salafush sholeh… kembali pada kehidupan dan pemahaman mereka …dan menjadi orang orang yang berusaha meniti jalan mereka….

Suatu harapan, Rytha berharap untuk berbagi kebahagian menemukan manhaj yang lurus ini kepada saudara Rytha di tarbiyah… tidak suatu kebahagiaan yang lebih baik dari pada kita bisa berbagi bagian terbaik yang telah kita temukan… dan berharap mereka tidak harus melewati jalan yang berliku untuk menemukan keindahan berada di manhaj yang lurus ini…. insyaAllah…

Tulisan ini Rytha tutup, dengan semua kekurangannya… mohonan maaf yang sebesarnya bila ada kata kata yang tidak berkenan… Semuanya di niatkan untuk menasehati… dengan harapan kebenaran bisa sampai melalui tulisan ini…..

Mudah mudahan kita semua menjadi mereka yang meniti jalan para salafus shsoleh… berada pada jalan mereka yang lurus… berakidah yang murni….dan semua pengikutnya sampai akhir jalam… InsyaAllah Allah akan mewafatkan kita dalam keadaan yang Allah ridhoi…. dalam keadaan mulia memperjuangkan sunnah Rasul nya…. ….Ameen…

Subhanakallahumma wabihamdika ashadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika
Rytha

Further reading…
Mengapa Harus Salafi ?
Mengapa Harus Bermanhaj Salaf
Mengapa Manhaj Salaf ?

Tiga Landasan Utama Manhaj Salaf
Ciri-Ciri Ulama Ahlusunnah
Apa Perbedaan Antara Manhaj, Aqidah Dan Uslub Da’wah
Dalil-Dalil Dari Al-Qur’an : Kewajiban Mengikuti Jejak Salafush Shalih Dan Menetapkan Manhajnya
Fatwa-Fatwa Ulama Besar Tentang Ikhwanul Muslimin

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY