CATATAN HIJRAH SAUDARIKU MUSLIMAH (BAG.4)

1251
Melanjutkan tulisan yang sebelumnya….

4. Demonstrasi sebagai kewajiban.

Demonstrasi [1] merupakan salah satu agenda dari pengajian. Sering sekali murobbi mewajibkan untuk hadir dalam demonstrasi. Biasanya kalau ada intruksi demo atau kegiatan kepartaian, setiap anggota liqo di instruksikan untuk hadir, dan pada pertemuan di pekan selanjutnya akan di tanyakan alasan ketidak hadiran kalau dia tidak hadir.

Masing masing kelompok punya cara untuk dalam hal pemberian sangsi. Bisa berbentuk duit (atau yang di sebut infaq), bisa berbentuk hafalan Qur’an dan yang lain lain.

Selama beberapa tahun mengikuti rangkaian kegiatan tarbiyah alhamdulillah hampir tidak pernah mengikuti rangkaian kegiatan kepartaian. Tetapi kebetulan Rytha pernah sekali saya ikutan demo..

Rytha akan share apa yang Rytha temukan dalam kegiatan demonstrasi tersebut……

Pada demonstrasi ini semua kader dan simpatisan di harapkan ikut. Biasanya diinstruksikan menggunakan pakaian warna tertentu [biasanya putih]…

Demonstrasi ini membuat keluarkan wanita wanita nya dari rumah… dan ini tentunya suatu yang jauh dari apa yang disunnahkan…. Telihat banyak mudhorotnya…. Wanita dan anak anak kecil berjalan sepanjangan jalan dibawah terik matahari.. mereka mengajak anak anak mereka yang masih bayi bahkan yang masih di dalam kandungan… astaghfirullah… Anak-anak kecil menangis kecapekan dan kepanasan, sementara ibunya tidak sanggup menggendong lagi, akhirnya di paksakan untuk terus berjalan.. Bukanlah ini adalah suatu kezaliman…..

Kalaulah sampai ibu hamil ke guguran.. bukankah itu suatu ke zaliman terhadap anak yang di kandungnya ?

Tetapi mereka berkeyakinan bahwa mereka sedang melakukan jihad yang besar……Jadi mungkin kalau sampai ada yang mati kelelahan atau ada ibu ibu yang keguguran.. itu dianggap sebagai ke syahidan… astaghfirullah…

Para wanita yang jalan dan terexpose bebas tidak lepas dari kemungkinan terjadinya ikhtilath [2] , dimana mereka akan bebas di pandang oleh lawan jenisnya sepanjang perjalanan…Para wartawan yang diundang untuk meliput demo juga begitu bebasnya mengambil foto foto akhwat…. Ini pengalaman pribadi karena seorang fotografer took my picture many times 🙁

Setelah sampainya di tempat berkumpul di mana demo akan di pusatkan… mereka akan mengadakan orasi.. yang di iringi dengan nyanyian dan “musik”… Suasana lebih tidak terkendali, hijab antar pria dan wanita sudah makin tidak jelas lagi…… ikhtilath, hiru pikuk… tidak jauh berbeda seperti konser seni dan musik kecil kecilan yang di kemas secara islami…

Ini pekara meniru niru kaum kafir…. Dari mulai demonstrasi sampai penciptaan orasi, musik,… nyanyian yang islami… semuanya hampir tidak berbeda tapi di kemas secara islami….

Untuk lebih memahami apa bagaimana pandangan ulama ahlus shunnah mengenai demostrasi… silahkan baca artikel artikel di bawah ini….

Footnote :
Demonstrasi Bukan Metode Salafus Sholih
Mengingkari Kemungkaran Dengan Demonstrasi

Demokrasi Dan Politik
Campur baur laki-laki dengan wanita

Bagaimana pendapat anda?

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY